Senin, 11 Januari 2016

10 Konsorsium Jambi yang Lolos Konsep note CBNRM melakukan Pra Lokalatih menyusun Proposal oleh GP KEHATI-MCAIndonesia



MCAI TANJUNG JABUNG TIMUR JAMBI – Pada hari Senin tanggal 11 Januari 2016 di Rumah Kito Resort, Kompleks Puri Mayang, Jl. Serma Ishak Ahmad, RT. 26, Mayang Mangurai, Kota Jambi telah dilakukan  diskusi kesiapan pengusul untuk lokalatih penulisan proposal dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Pertemuan Kesiapan Lokalatih/Pra Lokalatih Penulisan Proposal di kota Jambi.  Pertemuan awal ini dikarenakan sempitnya jarak antara lokalatih penulisan proposal CBNRM dan tenggat waktu pengiriman proposal ke MCAI, maka dirasa perlu dilakukan pertemuan awal untuk kesiapan pengusul/proponent mengikuti lokalatih penulisan proposal nantinya.
Pra Pelatihan Penulisan Proposal PSDAM

Dalam acara telah dibahas: a). Menyampaikan informasi terkait penyiapan lokalatih penulisan proposal kepada shortlisted applicant, meliputi aspek administrasi lembaga, kesiapan pengaturan konsorsium, dan persiapan data yang dibutuhkan untuk penulisan proposal; b). Mendiskusikan aspek substantif dan aspek teknis antar shorlisted applicant yang memiliki lokasi yang sama atau bersinggungan dalam suatu landscape; c). Merancang strategi dan jadwal koordinasi dengan pemerintah daerah yang menjadi calon lokasi usulan shorlisted applicant.

Manfaat dari pertemuan ini adalah Kegunaan kegiatan ini baik bagi KEHATI maupun peserta adalah agar diperoleh kesiapan peserta lokalatih dan adanya kesiapan lembaga untuk bahan-bahan dalam penulisan proposal.



Agenda dalam pertemuan tersebut adalah :

No
Waktu
Agenda
Penanggung Jawab


1
08.00 - 08:30
Registrasi
ROM

2
08.30 – 09.30
Paparan Mengenai Aspek Kesiapan Penulisan Full Proposal
ROM

3
09.30 - 09.45
Istirahat


4
09.45 - 12.00
Diskusi Mengenai Kesiapan Applicant
ROM

5
12.00 - 13.30
Sholat dan Makan siang


6
13.30 - 15.00
Diskusi Kelompok (Paralel) :

-          Kelompok 1
Tumpang tindih lokasi

-          Kelompok 2
Penyusunan jadwal Rakor MSF di Kabupaten


ROM


Tim MCAI Jambi

7
15.00 – 15.30
Sinkronisasi hasil diskusi kelompok
ROM & tim MCAI

8
15.30– 15.40
Penutupan
ROM




Proses penting selanjutnya adalah KEHATI sebagai Grant Program Manager akan menfasilitasi kegiatan lokalatih penulisan proposal penuh yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 – 21 Januari 2016 di Jambi. Sementara batas waktu pengiriman proposal penuh ke MCAI adalah tanggal 14 Februari 2016. Dalam rangkaian proses tersebut, juga akan dibutuhkan proses konsultasi dan koordinasi oleh applicant dengan pemerintah setempat dimana lokasi-lokasi usulan berada.

10 (sepuluh) Konsorsium LSM yang mengikuti acara tersebut  adalah : Peserta yang diundang adalah perwakilan dari lembaga pengusul (untuk yang mengirimkan usulan sendiri) dan perwakilan dari lembaga lead konsorsium (untuk yang mengusulkan melalui konsorsium), yaitu: AKAR Network, AMPHAL, WARSI – Jambi, WARSI – Sumbar, KSU Gapesda Kerinci, LTA Kerinci, LTA Kerinci, Gita Buana, YLBHL, Mitra aksi Foundation dan Pundi Sumatera.
Data Lengkap LSM tersebut adalah:

No
Nama Peserta
Lembaga
Alamat
Kontak
Keterangan
1.
Musnardi Moenir
AKAR Network
HP 08127874861
Lead Konsorsium
2.
Adhi Solikhin
AMPHAL
08117454829
Lead Konsorsium
3.
Adi Junedi
WARSI - Jambi
08127417434
-
4.
Riche Rahma Dewita
WARSI - Sumbar
+62812 677 20 16
-
5.
Suryono, S.Pd.I
KSU Gapesda Kerinci
085266025003
Lead Konsorsium
6.
Amsurya Warman Amsa
LTA Kerinci
081340438645
Lead Konsorsium
7.
Taufiq Hidayat
Gita Buana
0741-667560/ 670363
taufiq.hidayat@gitabuana.org
-
8.
M. Sutono, SP.
Pundi Sumatra
08117402374
Lead konsorsium
9.
Dian Octavia
YLBHL
081311462810
Lead konsorsium
10.
Siti Hariati Yuwani SPI, MSc
Mitra Aksi Foundation
082372379985 kawani.hisa@gmail.com
-

Catatan: Terdapat 36 shortlisted applicant yang lolos konsep note Lot 1 Sumatera – Kalimantan yang memiliki domisili kantor meliputi Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Untuk Jawa meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Yogyakarta, dan Jakarta. 

PRESENTASI GP KEHATI:

Jumat, 08 Januari 2016

Keseriusan untuk memenangkan kompetisi proposal hibah CBNRM, KONSORSIUM LSM AMPHAL melakukan Audensi dengan Bappeda Kab. Tanjung Jabung Timur



MCA-INDONESIA TANJABTIM – Jumat, 8 Januari 2016 bertempat di Ruang Kerja Kepala Bappeda Tanjung Jabung Timur LSM AMPHAL melakukan Audensi dengan Bappeda Kab. Tanjung Jabung Timur. Selain Bpk. Ir. Agus Pirngadi selaku Kepala Bappeda Kab. Tanjung Jabung Timur turut hadir Bpk. Toni selaku Sekretaris Bappeda dan juga didampingi Kabid Ekonomi dan Kabid Infrastruktur. Dari LSM AMPHAL dipimpin oleh Sdr. Adhitya Noegraha selaku Direktur LSM AMPHAL didampingi oleh 2 orang staff. Dan MCA-Indonesia diwakili oleh Sdr. Sudarmanto selaku Distric Relationship Manager MCA-Indonesia Tanjung Jabung Timur.
Maksud diadakannya audensi ini adalah selain memaparkan profil LSM AMPHAL dan kegiatan yang akan dilakukan pada proposal kegiatan PSDAM juga untuk mendapatkan masukan dan saran agar semakin sempurnanya proposal sehingga mempunyai peluang yang besar untuk memenangkan kompetisi. Seperti diketahui sebelumnya 36 LSM Konsorsium telah lolos konsep note untuk memperebutkan dana $21 juta Kegiatan Hibah Kemakmuran Hijau Windows 2 PSDAM (Pengembangan sumber Daya alam Berbasis Masyarakat) Lot 1 yang meliputi Wilayah 11 Kabupaten yang ada di Sumatera dan Kalimantan.



Audensi dengan Bappeda Tanjung Jabung Timur

SEKILAS TENTANG RENCANA KEGIATAN KONSORSIUM LSM AMPHAL 
Judul dari proposal LSM AMPHAL beserta konsorsium adalah Proyek Mendorong Praktik Terbaik Pengelolaan Bentang Alam Taman Nasional Berbak Berbasis Pengelolaan Potensi Sumber Daya Alam Berkelanjutan.

Latar belakang diadakannya rencana kegiatan ini adalah : 1). TN Berbak berstatus Suaka Marga Satwa yang ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Hindia Belanda No.18 Tahun 1935 Tanggal 29 Oktober 1935 yang diumumkan dalam Staatsblad Van Nederlands India No. 521 Tahun 1935 dengan luas 190.000 hektar; 2). Dengan SK Mentri Kehutanan No.285/Kpts-II/1992 kawasan ini ditetapkan sebagai TN dengan  Ekosistem Hutan Lahan Basah seluas 162.700 hektar; 3). Dengan lebih dari 50 % merupakan hutan gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter Taman Nasional Berbak memiliki kemampuan menahan karbon yang cukup tinggi; 4). TN Berbak kini 60 persen kawasanya mengalami kerusakan, akibat illegal logging sejak tahun 2001. (jawapos, 2012).  Selain Illegal logging perambahan dan kebakaran hutan menjadi penyebab utama degradasi kawasan didalam taman nasional; 5). Sayangnya ekstraksi hasil hutan oleh masyarakat dengan alasan perbaikan ekonomi justru tidak mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat; 6). Kebakaran Hutan terutama pada kawasan TN Berbak dan sekitarnya  sejak Bulan Juli sampai dengan Bulan November 2015; mengakibatkan kehancuran kawasan hutan dan lahan terlantar serta menyumbang emisi gas rumah kaca yang tinggi; 7). Dampak utama adalah ancaman terhadap keberlangsung hidup flora dan fauna di TN Berbak serta semakin melemahnya produktifitas SDA dan produktifitas masyarakat sekitar.
 


Tujuan Jangka Panjang: Meningkatnya kualitas bentang alam Taman Nasional Berbak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi rendah karbon bagi masyarakat. Tujuan Proyek: Membangun praktik pengelolaan terbaik sumber daya alam yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dalam bentang alam Taman Nasional Berbak melalui intensifikasi pengelolaan hutan dan lahan dan pengembangan unit usaha produktif rumah tangga.
Outcomes kegiatan ini adalah 1). Meningkatnya Pendapatan 100 Rumah Tangga masyarakat di dalam lansekap Berbak melalui pembangunan Hutan Rakyat dan Hutan Tanaman Rakyat secara signifikan dan 50 rumah tangga miskin nir-lahan di kelurahan Simpang Kec. Berbak Kab. TANJABTIM; 2). Kelompok Perempuan penerima manfaat selaku pengelola utama usaha tumpang sari palawija dalam Hutan Rakyat  dan Hutan Tanaman Rakyat mampu mengkonsolidasi diri dan berkontribusi maksimal bagi peningkatan pendapatan keluarga sehingga akan memiliki posisi tawar yang baik dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga; 3). Terehabilitasinya 200 hektar dan secara bertahap selama 5 tahun 3.000 hektar Hutan Taman Nasional Berbak yang terbakar pada bulan Juli - November 2015 di rehabilitasi melalui program “One Tree Matters”  (onetreematters.com); 4). Dari pelaksanaan program involved “One Tree Matters” 3000 rumah tangga disekitar akan menerima manfaat ekonomi dari kegiatan ekonomi tidak berbasis ekstensifikasi lahan dalam 5 tahun program berjalan. (http://www.onetreematters.com/program-involved/) ; 5). Terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar lansekap TNB melalui komitmen pembangunan industri hulu pengelolaan kayu hasil HR dan HTR oleh para pihak; 6). Para pihak yang terlibat serta publik dapat mengakses informasi pelaksanaan proyek secara aktual melalui pengembangan sistem monitoring online  berbasis media sosial populer
Output dari rencana kegiatan ini adalah: 1)  Terbangunnya 100 ha hutan rakyat pada lahan hak masyarakat berbasis wanatani tanaman jabon bagi 50 rumah tangga miskin dengan tumpang sari tanaman palawija oleh kelompok perempuan dalam kelompok tani hutan rakyat yang berhasil dilakukan dalam 18 bulan di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung  Jabung Timur Provinsi Jambi; 2). Terbangunnya 100 ha Hutan Tanaman Rakyat pada hutan produksi penyangga TNB bagi 50 kepala keluarga pemegang IUPHHK HTR dengan silvikultur wanatani tanaman jabon dengan tumpang sari tanaman palawija oleh kelompok perempuan dalam kelompok tani hutan tanaman rakyat yang berhasil dilakukan dalam 18 bulan di Desa Petaling Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi Prov. Jambi; 3). Terbangunnya Bank Bibit Rakyat “Lansekap Berbak” dengan kapasitas 600.000 bibit/tahun sebagai unit usaha 50 rumah tangga miskin nir-lahan yang tergabung dalam koperasi yang mampu menyediakan kebutuhan bibit tanaman hutan yang bernilai ekonomis tinggi bagi unit usaha hutan rakyat dan HTR yang dibangun proyek maupun replikasi oleh para pihak yang berhasil dilakukan dalam 10 bulan di Kelurahan Simpang Kec. Berbak Kab. Tanjung  Jabung Timur Prov. Jambi; 4). Terbangunnya sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan melalui kegiatan rehabilitasi 200 ha Hutan Terbakar pada Taman Nasional Berbak secara partisipatif oleh masyarakat desa Rantau Rasau kab. Tanjung Jabung Timur sebagai replikasi inisiasi program “one tree matters” yang berhasil dilakukan dalam 18 bulan; 5). Terbangunnya komitmen untuk inisiasi “Sister Industri” Pengelolaan Kayu Rakyat berbasis komunitas di Kelurahan Simpang Kec. Berbak dengan Industri Hilir Kayu Rakyat UD. Abioso di Kabupaten Boyolali Prov. Jawa Tengah yang berhasil dilakukan pada bulan ke 18 proyek berjalan; 6). Terbangunnya web-site program yang terkoneksi dengan media sosial populer sebagai sebagai penguatan strategi marketing produk-produk ekonomi proyek sekaligus sarana monitoring perkembangan proyek dan kelanjutan proyek secara aktual pada bulan ke 4 proyek berjalan

Kegiatan yang direncanakan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15 milyar ini diperuntukkan di  lokasi kegiatan sebagai berikut; 1).  Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur : Pembangunan Bank Bibit Rakyat; Pembangunan 100 ha Hutan Rakyat; Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Perempuan melalui intensifikasi pengelolaan lahan dengan tanaman pangan; 2). Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur : one tree matters program; Penguatan Strategi marketing dan sistem monitoring - evaluasi aktual proyek secara online; Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur; one tree matters program; Penguatan Strategi marketing dan sistem monitoring - evaluasi aktual proyek secara online; 3). Desa Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi : Pembangunan 100 ha Hutan Tanaman Rakyat ; Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Perempuan melalui intensifikasi pengelolaan lahan dengan tanaman pangan.

Pembibitan Pohon Kayu Jabon ( 4 bulan)




Untuk mencapai Goal atau tujuan yang dicita-citakan, maka pelaksanaan kegiatan direncanakan ada 3 tahap, yaitu:1). Persiapan Sosialisasi: Sosialisasi Para Pihak, Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tekhnis, dan Pembentukan dan Penguatan Kelompok penerima manfaat ; 2). Kegiatan Utama : Pembangunan 200 Ha Hutan Rakyat dan Hutan Tanaman Rakyat, Penguatan Kapasitas dan Peran Perempuan melalui intensifikasi pengelolaan lahan dengan tanaman pangan , Pembangunan Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan melalui Rehabilitasi TNB, Inisiasi Sister Industri; 3). Monitoring dan evaluasi : Penguatan Strategi marketing dan sistem monitoring - evaluasi aktual proyek secara online, dan Field Monev



TANYA JAWAB: